Bukan Sekedar Tren, Padel Kini Jadi Gaya Hidup Anak Muda
Sumber Foto: brightsideofnews.com, diakses pada 7 September 2026
Padel
belakangan semakin mudah ditemui di berbagai
kota besar Indonesia. Olahraga yang memadukan unsur tenis dan squash ini tidak hanya menarik perhatian
masyarakat sebagai pilihan berolahraga, tetapi juga berkembang menjadi
aktivitas sosial yang dekat dengan gaya hidup anak muda.
Padel dimainkan menggunakan raket tanpa senar dan bola yang
menyerupai bola tenis. Permainan biasanya dilakukan secara berpasangan di lapangan yang dikelilingi dinding kaca. Bola yang dapat memantul dari
dinding membuat permainan menjadi
lebih dinamis sekaligus memberikan pengalaman yang berbeda bagi pemain yang
sebelumnya terbiasa dengan olahraga raket lainnya.
Perkembangan padel di Indonesia terlihat dari semakin bertambahnya fasilitas dan kompetisi yang tersedia. Perkumpulan Besar
Padel Indonesia (PBPI), sebagai federasi padel nasional, saat ini mencatat lebih dari 5.000 anggota
terdaftar dan memiliki
berbagai agenda turnamen di
sepanjang 2026 ini.
Popularitas olahraga ini juga mendapat perhatian dari
pemerintah. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut padel sebagai
salah satu olahraga yang dapat mendorong budaya olahraga sekaligus gaya hidup sehat.
Dalam penyelenggaraan BRImo
SIP Padel League 2025 di Jakarta,
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo melihat perkembangan liga padel sebagai perkembangan yang positif karena
melibatkan banyak komunitas.
Bukan hanya dari sisi kompetensi, padel juga mulai berkembang sebagai aktivitas rekreasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok pada Juni 2026 menyoroti padel sebagai salah satu olahraga yang sedang tren di kalangan anak muda. BPS mengaitkan perkembangan olahraga rekreatif dengan gaya hidup aktif masyarakat, terutama karena aktivitas olahraga dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang.
Fenomena olahraga padel
bahkan mulai memasuki ranah olahraga internasional. PBPI menyebut padel akan debut sebagai
cabang olahraga resmi
pada Asian Games Aichi-Nagoya
2026. Indonesia pun mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang tersebut sebagai
bagian dari perkembangan padel di tingkat nasional.
Dengan semakin berkembangnya komunitas, fasilitas, dan
kompetisi, padel perlahan mulai membentuk ekosistem olahraga
sendiri di Indonesia. Kehadirannya bukan lagi sekadar tren yang
muncul hanya sesaat, tetapi juga menjadi ruang untuk berinteraksi dengan orang
lain dengan memadukan olahraga, rekreasi dan aktivitas sosial hal inilah yang
membuat padel semakin diminati khususnya
oleh anak muda.
Di tengah munculnya berbagai tren olahraga, padel menunjukkan
bahwa aktivitas fisik dapat hadir dengan cara yang lebih santai dan
menyenangkan. Bukan lagi sekadar olahraga yang hanya dimainkan di lapangan, padel perlahan menjadi gaya hidup
baru yang memadukan kesehatan, hiburan, dan pertemanan dalam satu
permainan.
Penulis: Farida Tsabitah
Editor: Nasywa Davina S.K.
Post a Comment